Steph Curry Mengakui Bermain Dengan Cedera. Stephen Curry baru saja membuka suara soal kondisinya setelah pertandingan kemenangan Golden State Warriors atas New York Knicks dengan skor 126-113 pada Kamis malam, 15 Januari 2026, di Chase Center; pemain berusia 37 tahun itu mengakui bahwa ia bermain sambil menahan cedera quad contusion atau memar di paha kiri, di mana ia terlihat sedikit pincang di terowongan pasca-laga meski tampil impresif dengan 27 poin dari 10 tembakan dari 17 percobaan plus empat tripoin, tujuh assist, satu steal, dan satu block dalam 34 menit bermain, sehingga pengakuan ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa besar ketergantungan Warriors pada sang superstar di tengah musim yang penuh tantangan dan upaya menjaga momentum positif setelah naik ke rekor 23-19. MAKNA LAGU
Latar Belakang Cedera dan Performa Curry: Steph Curry Mengakui Bermain Dengan Cedera
Cedera quad contusion ini terjadi selama pertandingan melawan Knicks, tapi Curry tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan signifikan di lapangan hingga akhir kuarter keempat, di mana ia tetap menjadi motor serangan utama dengan tembakan akurat dan playmaking yang tajam; pasca-pertandingan, ia memberitahu wartawan bahwa ia “played through it” meski merasakan nyeri dan sedikit pincang saat keluar lapangan, hal ini bukan yang pertama kali karena sepanjang karirnya Curry dikenal sebagai pemain yang jarang absen dan sering memaksakan diri demi tim, terutama di musim ini ketika Warriors sedang berjuang naik ke papan atas Western Conference dengan catatan 10 kemenangan dari 14 laga terakhir, di mana performanya tetap elite dengan rata-rata sekitar 26-27 poin per laga ditambah kontribusi assist yang konsisten, membuat pengakuan ini semakin menegaskan mentalitas pejuangnya meski usia sudah tidak muda lagi.
Dampak bagi Tim Warriors: Steph Curry Mengakui Bermain Dengan Cedera
Pengakuan Curry soal bermain dengan cedera ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan pengamat karena Warriors sedang dalam fase krusial dengan jadwal padat termasuk pertandingan kandang melawan Charlotte Hornets pada Sabtu, 17 Januari, diikuti back-to-back melawan Miami Heat dan Toronto Raptors; meski pelatih Steve Kerr menyatakan bahwa Curry “he’s good” dan “fine” untuk laga berikutnya setelah latihan Jumat, tim tetap harus berhati-hati agar cedera ringan ini tidak berkembang menjadi masalah lebih serius yang bisa membuatnya absen lebih lama, terutama mengingat Warriors baru saja mencapai rekor positif pertama musim ini dengan empat game di atas .500 dan butuh Curry sehat untuk mempertahankan momentum, apalagi dengan rotasi yang kadang terpengaruh oleh cedera pemain lain serta dinamika internal tim yang sedang berlangsung.
Reaksi dan Prospek ke Depan
Pengakuan Curry ini juga mengingatkan banyak orang pada sejarahnya yang penuh ketangguhan, di mana ia sering bermain melalui berbagai ketidaknyamanan fisik demi membantu tim meraih kemenangan penting, dan kali ini pun kontribusinya terhadap kemenangan atas Knicks yang kuat menjadi bukti bahwa ia masih bisa tampil di level tinggi meski tidak 100 persen fit; Warriors kini menghadapi dilema manajemen cedera dengan opsi untuk memberikan hari istirahat di salah satu laga back-to-back mendatang agar Curry tetap prima menuju paruh kedua musim, sementara para pemain pendukung seperti Jimmy Butler yang tampil gemilang dengan 32 poin dan Moses Moody serta Brandin Podziemski yang membantu dengan tembakan luar harus siap mengambil beban lebih jika diperlukan, sehingga situasi ini bisa menjadi tes bagi kedalaman skuad sekaligus motivasi bagi Curry untuk terus membuktikan dirinya sebagai tulang punggung tim.
Kesimpulan
Pengakuan Stephen Curry bahwa ia bermain dengan cedera quad contusion melawan Knicks menegaskan komitmen dan ketangguhannya sebagai pemimpin Warriors di usia 37 tahun, di mana meski nyeri terasa ia tetap memberikan performa kelas atas yang membantu tim meraih kemenangan krusial dan memperbaiki posisi di klasemen; dengan tim yang sedang dalam tren positif dan jadwal yang menuntut, manajemen cedera menjadi kunci agar Curry bisa terus berkontribusi tanpa risiko besar, sementara penggemar bisa melihat ini sebagai pengingat bahwa legenda seperti dia tidak pernah menyerah begitu saja, sehingga prospek Warriors untuk bangkit di sisa musim tetap cerah selama sang superstar tetap sehat dan siap tempur di setiap laga mendatang.