Giannis Stay di Bucks, Rumor Trade Berakhir. Giannis Antetokounmpo resmi mengakhiri spekulasi panjang soal masa depannya di Milwaukee Bucks. Pada Jumat (13 Februari 2026), melalui pernyataan resmi di media sosial dan konferensi pers singkat di Fiserv Forum, bintang dua kali MVP NBA itu mengonfirmasi akan menyelesaikan kontraknya hingga akhir masa berlaku pada 2028, tanpa meminta trade atau menolak perpanjangan. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak setelah rumor trade yang terus bergulir sejak musim panas 2025, terutama ketika Bucks gagal lolos ke Final Wilayah Timur dua tahun berturut-turut. Dengan langkah ini, Giannis menegaskan komitmennya untuk membawa gelar juara kedua bagi Bucks dan kota Milwaukee. INFO SAHAM
Latar Belakang Rumor Trade: Giannis Stay di Bucks, Rumor Trade Berakhir
Rumor trade Giannis mulai muncul kuat sejak akhir musim 2024/2025 ketika Bucks tersingkir di babak kedua playoff oleh Boston Celtics. Kekalahan itu memicu pertanyaan besar: apakah Giannis masih percaya bisa meraih gelar lagi bersama roster yang ada? Nama-nama besar seperti Knicks, Heat, Lakers, dan Warriors sempat disebut-sebut sebagai tujuan potensial. Beberapa wartawan bahkan melaporkan bahwa agen Giannis, Alex Saratsis, telah melakukan pembicaraan informal dengan beberapa tim.
Puncaknya terjadi pada musim panas 2025 ketika Bucks gagal mendapatkan bintang tambahan yang diharapkan. Damian Lillard yang sudah berusia 35 tahun mengalami penurunan performa, Khris Middleton sering cedera, dan kedalaman roster terlihat rapuh. Banyak analis memprediksi Giannis akan meminta trade pada akhir musim 2025/2026 jika Bucks tidak masuk Final lagi. Namun sepanjang musim ini, Giannis tetap tampil dominan dengan rata-rata 30,8 poin, 11,4 rebound, dan 6,5 assist per game, meski Bucks hanya berada di peringkat 5 Wilayah Timur per Februari 2026.
Pernyataan Giannis dan Reaksi: Giannis Stay di Bucks, Rumor Trade Berakhir
Dalam konferensi pers singkat yang berlangsung sekitar 15 menit, Giannis menyatakan bahwa keputusannya murni berdasarkan percakapan dengan manajemen Bucks, pelatih Doc Rivers, dan rekan satu tim. “Milwaukee memberi saya segalanya sejak hari pertama. Kota ini, fans ini, organisasi ini—mereka percaya pada saya ketika banyak yang tidak percaya. Saya ingin membayar kepercayaan itu dengan gelar juara lagi di sini, bukan di tempat lain,” katanya. Ia juga menyinggung bahwa rumor trade sering kali dibesar-besarkan oleh media dan agen, tapi ia tidak pernah secara resmi meminta keluar.
Reaksi dari dunia basket langsung bermunculan. Damian Lillard memposting foto bersama Giannis dengan caption “Family”. Doc Rivers menyebut keputusan itu “bukti kepemimpinan sejati”. GM Bucks Jon Horst menyatakan akan terus membangun roster di sekitar Giannis, dengan fokus pada pemain muda dan depth di bench. Di kalangan fans, mayoritas menyambut baik, meski ada sebagian kecil yang kecewa karena merasa Bucks perlu perubahan besar untuk kembali jadi contender.
Kesimpulan
Keputusan Giannis Antetokounmpo untuk stay di Milwaukee Bucks hingga akhir kontraknya pada 2028 mengakhiri salah satu saga rumor trade terpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini menunjukkan loyalitas dan keyakinan bahwa ia masih bisa meraih gelar juara bersama tim yang telah membesarkan namanya. Bagi Bucks, ini adalah sinyal kuat bagi manajemen untuk segera memperkuat roster tanpa harus membongkar inti tim. Bagi liga, kejelasan posisi Giannis membantu menstabilkan narasi tim-tim pesaing di Wilayah Timur. Yang pasti, cerita Giannis di Milwaukee belum selesai—dan dunia basket kini menanti apakah ia bisa membawa trofi Larry O’Brien kembali ke Wisconsin sebelum kontrak berakhir. Semoga keputusan ini membawa kedamaian bagi fans Bucks dan semangat baru bagi perjalanan mereka musim ini.