Anthony Edwards MVP All-Star 2026, 32 Poin Total. All-Star Game NBA 2026 yang digelar di State Farm Arena, Atlanta, pada 15 Februari 2026 berakhir dengan kemenangan Team LeBron atas Team Giannis dengan skor 198-185. Anthony Edwards dari Minnesota Timberwolves dinobatkan sebagai MVP pertandingan setelah mencetak 32 poin, 8 rebound, 6 assist, dan 3 steal dalam 28 menit bermain. Penampilan Edwards yang eksplosif, penuh dunk spektakuler dan tembakan jarak jauh akurat, menjadi sorotan utama malam itu. Ia memimpin Team LeBron bangkit dari ketertinggalan di kuarter ketiga dan menutup laga dengan poin krusial di kuarter akhir. Dengan total 32 poin, Edwards mengalahkan pesaing kuat seperti Shai Gilgeous-Alexander (28 poin) dan Jayson Tatum (25 poin) untuk meraih penghargaan MVP All-Star pertamanya di usia 24 tahun. Acara ini juga memecahkan rekor penonton TV sepanjang masa untuk format baru tanpa konferensi, menandakan popularitas NBA yang terus meroket. BERITA TERKINI
Performa Edwards Sepanjang Pertandingan: Anthony Edwards MVP All-Star 2026, 32 Poin Total
Edwards langsung mengambil alih sejak kuarter pertama. Ia membuka laga dengan dunk alley-oop dari umpan LeBron James, lalu menyusul dengan three-pointer dari sudut lapangan. Di kuarter kedua, Edwards mencetak 12 poin termasuk step-back jumper atas penjagaan Victor Wembanyama yang membuat penonton berdiri. Saat Team Giannis unggul 8 poin di akhir kuarter ketiga, Edwards memimpin run 18-4 dengan tiga three-pointer berturut-turut dan satu fast-break dunk yang viral. Di kuarter akhir, ia menutup dominasi dengan 10 poin, termasuk layup reverse dan steal yang berujung assist untuk Ja Morant. Statistik akhirnya: 32 poin (12/18 FG, 5/9 3PT, 3/3 FT), 8 rebound, 6 assist, 3 steal, dan 1 blok. Efisiensi tembakannya mencapai 67 persen, dan ia menjadi pemain pertama sejak Kobe Bryant di 2011 yang mencetak 30+ poin sebagai MVP All-Star di usia 24 tahun atau lebih muda.
Momen Ikonik dan Penghargaan Tambahan: Anthony Edwards MVP All-Star 2026, 32 Poin Total
Malam itu penuh momen ikonik yang melibatkan Edwards. Salah satunya adalah dunk atas Wembanyama di kuarter ketiga yang langsung trending di media sosial. Ia juga berbagi panggung dengan LeBron James dalam satu play: LeBron memberikan no-look pass, Edwards menyelesaikan dengan 360 windmill dunk yang membuat arena bergemuruh. Setelah pertandingan, Edwards memilih Shai Gilgeous-Alexander sebagai penerima trofi MVP kedua (penghargaan tambahan dari sponsor), sebuah gestur sportivitas yang diapresiasi luas. Penghargaan lain termasuk Best Dunk Contest diraih Edwards sendiri dalam acara Sabtu malam sebelumnya, di mana ia mengalahkan Mac McClung dan Ja Morant. Total poin All-Star Game mencapai 383, rekor tertinggi sejak format baru diterapkan, dan Edwards menyumbang hampir seperlima dari total tersebut.
Dampak bagi Karier Edwards dan NBA
Penampilan ini memperkuat status Edwards sebagai salah satu superstar muda NBA. Di musim reguler 2025/26, ia rata-rata 27,8 poin, 5,6 rebound, dan 5,2 assist per game, memimpin Timberwolves ke posisi dua Wilayah Barat. MVP All-Star memberinya dorongan besar menuju All-NBA First Team dan potensi kandidat MVP reguler musim depan. Bagi NBA, acara ini sukses besar secara komersial: rating TV naik 18 persen dari tahun sebelumnya, penjualan jersey Edwards melonjak, dan momen-momennya mendominasi highlight global. Edwards sendiri menyatakan, “Ini buat kota Minneapolis dan fans yang selalu dukung aku sejak awal.” Penghargaan ini juga menegaskan transisi generasi di NBA, di mana pemain seperti Edwards, Gilgeous-Alexander, Tatum, dan Haliburton mulai mengambil alih panggung dari era LeBron, Curry, dan Durant.
Kesimpulan
Anthony Edwards mencatat sejarah sebagai MVP All-Star 2026 setelah mencetak 32 poin, 8 rebound, dan 6 assist dalam kemenangan Team LeBron 198-185 atas Team Giannis. Penampilan eksplosifnya, lengkap dengan dunk ikonik dan tembakan akurat, membuatnya layak mendapat trofi individu di usia 24 tahun. Acara di Atlanta ini tidak hanya hiburan semata, tapi juga bukti bahwa NBA sedang memasuki era baru yang dipimpin talenta muda berenergi tinggi. Di pertengahan Februari 2026, Edwards membuktikan bahwa ia bukan lagi prospek masa depan—ia sudah jadi superstar masa kini. Timberwolves dan penggemar Minnesota punya alasan baru untuk optimis menatap sisa musim dan playoff mendatang.