Bucks vs Thunder: Milwaukee Kalah Tipis 110-119. Milwaukee Bucks menelan kekalahan tipis 110-119 dari Oklahoma City Thunder pada laga NBA 2025/2026 yang berlangsung di Paycom Center, Oklahoma City, Rabu malam 11 Februari 2026 waktu setempat (Kamis dini hari WIB). Meski Giannis Antetokounmpo tampil ganas dengan 38 poin dan 14 rebound, Bucks gagal menahan serangan balik cepat Thunder yang dipimpin Shai Gilgeous-Alexander (32 poin, 9 assist) dan Jalen Williams (28 poin). Kekalahan ini membuat Bucks tertahan di posisi 4 Wilayah Timur dengan rekor 38-17, sementara Thunder semakin kokoh di puncak Wilayah Barat dengan catatan 44-12. BERITA TERKINI
Jalannya Pertandingan dan Dominasi Thunder di Paruh Kedua: Bucks vs Thunder: Milwaukee Kalah Tipis 110-119
Bucks memulai laga dengan baik dan unggul 32-28 di akhir kuarter pertama berkat penampilan agresif Giannis di paint dan tembakan luar dari Damian Lillard. Namun Thunder mulai menemukan ritme di kuarter kedua melalui transisi cepat dan tembakan tiga angka yang akurat. Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Williams memimpin run 18-6 di paruh akhir kuarter kedua, membuat skor imbang 58-58 saat turun minum.
Babak kedua menjadi milik Thunder. Di kuarter ketiga, OKC membuka keunggulan dua digit dengan pertahanan agresif yang memaksa Bucks melakukan 9 turnover. Chet Holmgren mendominasi paint dengan 18 poin dan 12 rebound, sementara Luguentz Dort membatasi Lillard hanya 4 poin di kuarter itu. Bucks sempat menyamakan kedudukan menjadi 92-92 di awal kuarter keempat, tapi Thunder menutup laga dengan run 27-18 di lima menit terakhir. Skor akhir 119-110 mencerminkan dominasi Thunder di transisi dan three-point shooting.
Performa Pemain Kunci dan Statistik: Bucks vs Thunder: Milwaukee Kalah Tipis 110-119
Shai Gilgeous-Alexander menjadi man of the match dengan 32 poin (12-20 FG), 9 assist, 6 rebound, dan 3 steal. Jalen Williams menambahkan 28 poin (11-18 FG, 4-7 3PT), sementara Chet Holmgren mencatat 18 poin dan 12 rebound plus 3 blok. Thunder sebagai tim mencetak 28 poin dari fast break dan 42 poin dari bench, menunjukkan kedalaman skuad mereka.
Giannis Antetokounmpo memimpin Bucks dengan 38 poin (15-24 FG), 14 rebound, dan 7 assist, tapi hanya mendapat dukungan minim dari Damian Lillard (18 poin, 4-12 FG) dan Khris Middleton (14 poin). Bucks kalah telak di three-point shooting (10-32 atau 31% vs 16-38 atau 42% milik Thunder) dan fast break points (12-28). Turnover Bucks mencapai 17, yang berujung 24 poin mudah bagi Thunder.
Reaksi Pelatih dan Dampak Klasemen
Pelatih Thunder Mark Daigneault memuji fokus timnya: “Kami bermain dengan intensitas tinggi sejak awal. Pertahanan kami memaksa mereka kesulitan, dan itu membuka peluang di transisi.” Daigneault juga menyoroti kontribusi kolektif: “Ini kemenangan tim, bukan hanya individu.”
Pelatih Bucks Doc Rivers kecewa: “Kami kalah di three-point dan kalah dalam transisi. Thunder lebih siap malam ini, dan kami harus belajar dari kekalahan ini.” Kekalahan ini membuat Bucks tertahan di posisi 4 Timur, sementara Thunder semakin kokoh di puncak Barat dengan catatan kandang yang sangat solid.
Kesimpulan
Oklahoma City Thunder menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan Milwaukee Bucks 119-110 dalam laga sengit pekan ini. Dominasi Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Williams di transisi serta tembakan luar yang akurat menjadi penentu utama, ditopang pertahanan kolektif yang solid. Meski Giannis Antetokounmpo tampil luar biasa dengan 38 poin dan 14 rebound, Bucks gagal mengimbangi kecepatan dan kedalaman Thunder. Hasil ini memperkuat posisi Thunder sebagai pemuncak Wilayah Barat dan menambah keyakinan tim menjelang akhir musim reguler. Bagi Bucks, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa mereka harus meningkatkan akurasi tembakan luar dan eksekusi transisi jika ingin tetap kompetitif di zona atas Timur. NBA musim ini semakin panas, dan laga seperti ini membuktikan bahwa pertandingan antar tim papan atas selalu penuh intensitas. Thunder terus menunjukkan konsistensi juara, sementara Bucks perlu segera bangkit agar tidak tertinggal lebih jauh. Kompetisi semakin ketat, dan kedua tim masih punya banyak laga untuk memperbaiki posisi menuju playoff.