LeBron Bermain Dengan Gemilang Meskipun Sudah Tua. LeBron James, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-41 pada 30 Desember lalu, terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka belaka di dunia basket profesional. Pada awal Januari 2026, bintang Los Angeles Lakers ini tampil luar biasa, mencetak rekor baru sebagai pemain tertua yang mencetak 31 poin dalam satu pertandingan setelah berusia 41 tahun. Performanya yang gemilang di musim 2025-2026 ini tidak hanya membantu timnya meraih kemenangan penting, tapi juga memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Meski sudah memasuki musim ke-23, LeBron tetap produktif dengan rata-rata sekitar 20-21 poin, 6-7 assist, dan 5-6 rebound per pertandingan, sambil bermain bersama rekan setim muda yang energik. INFO SAHAM
Performa Gemilang di Awal 2026: LeBron Bermain Dengan Gemilang Meskipun Sudah Tua
Memasuki tahun baru, LeBron langsung menunjukkan kelasnya. Pada 2 Januari 2026, hanya tiga hari setelah ulang tahunnya, ia mencetak 31 poin dengan efisiensi tinggi, 12 dari 18 tembakan berhasil, disertai 9 rebound dan 6 assist dalam kemenangan 128-121 atas Memphis Grizzlies. Performanya ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Kareem Abdul-Jabbar, yang hanya mencetak 25 poin di usia serupa. Tak berhenti di situ, dua hari kemudian pada 4 Januari, LeBron kembali bersinar dengan 26 poin, 10 assist, dan 7 rebound, membantu Lakers menang 120-114 atas tim yang sama. Double-double ini menegaskan bahwa ia masih mampu mendominasi permainan, baik sebagai pencetak skor maupun playmaker, meski timnya memiliki rekan setim yang juga kuat dalam menyerang.
Adaptasi dan Longevity yang Luar Biasa: LeBron Bermain Dengan Gemilang Meskipun Sudah Tua
Di usia 41, LeBron telah menyesuaikan gaya bermainnya tanpa kehilangan efektivitas. Musim ini, ia sering memilih momen tepat untuk menyerang, fokus pada efisiensi tembakan di atas 50 persen, serta distribusi bola yang cerdas. Kehadiran rekan setim yang mampu membagi beban membuatnya tidak perlu memaksakan diri setiap malam, sehingga ia tetap segar meski bermain di menit-menit krusial. Cedera ringan di awal musim sempat membuatnya absen, tapi sejak kembali, LeBron konsisten mencetak 20 poin lebih di banyak pertandingan. Longevity-nya ini tak tertandingi; ia menjadi pemain pertama yang bermain di musim ke-23 dengan performa elite, melampaui catatan pemain legendaris lain di usia serupa. Pelatihnya pun sering memuji kemampuannya yang “fenomenal”, menekankan bagaimana LeBron tetap menjadi pemimpin di lapangan.
Dampak bagi Tim dan Liga
Kontribusi LeBron tidak hanya individu, tapi juga mengangkat performa Lakers secara keseluruhan. Timnya saat ini berada di posisi atas Konferensi Barat dengan rekor positif, sebagian besar berkat sinergi antara LeBron dan rekan-rekannya. Ia sering menciptakan peluang bagi pemain lain, sambil tetap menjadi ancaman utama bagi lawan. Di liga yang semakin kompetitif, penampilan LeBron di usia lanjut ini menjadi inspirasi, membuktikan bahwa dedikasi, perawatan tubuh, dan kecerdasan basket bisa mengalahkan batas usia. Rekor-rekor baru yang ia ciptakan, seperti menjadi pemimpin poin sepanjang masa sambil mendekati posisi tinggi di assist, semakin mengukuhkan warisannya.
Kesimpulan
LeBron James terus bermain dengan gemilang meskipun sudah berusia 41 tahun, membuka lembaran baru dalam sejarah basket dengan performa yang tak tergoyahkan. Dari ledakan 31 poin di awal 2026 hingga kontribusi konsisten sepanjang musim, ia membuktikan bahwa kehebatannya tak pudar. Bagi Lakers, ia tetap menjadi fondasi utama, sementara bagi penggemar basket, LeBron adalah contoh nyata ketahanan dan keunggulan. Masa depan karirnya masih penuh potensi, dan selama ia berada di lapangan, ekspektasi akan selalu tinggi. Usia mungkin bertambah, tapi level permainannya tetap di puncak.