
Lebanon Sudah Mengamankan Tiket Untuk Perempatan Final FIBA. Timnas basket Lebanon kembali mencuri perhatian di FIBA Asia Cup 2025 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi. Dengan kemenangan gemilang 97-73 atas Jepang pada 12 Agustus 2025, Lebanon berhasil mengamankan tiket ke perempat final, menjaga asa mereka untuk meraih gelar juara Asia. Meski sempat terseok-seok di fase grup, performa apik di laga krusial ini membuktikan bahwa Lebanon bukan tim sembarangan. Kini, mereka bersiap menghadapi Selandia Baru di babak delapan besar. Apa yang membuat Lebanon begitu tangguh, dan apakah mereka punya peluang juara? Yuk, kita ulas secara santai tapi tetap berdasarkan fakta! BERITA LAINNYA
Kehebatan Timnas Lebanon
Lebanon menunjukkan kehebatan mereka dengan permainan kolektif yang solid dan strategi yang matang. Kemenangan atas Jepang adalah bukti nyata kemampuan mereka bangkit dari tekanan. Setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup melawan Australia dan Korea Selatan, Lebanon berhasil menemukan ritme terbaik mereka. Mereka mendominasi Jepang dengan keunggulan 24 poin, mengandalkan pertahanan ketat dan serangan cepat yang efektif. Statistik menunjukkan Lebanon unggul dalam field goal percentage (56% dibandingkan 42% milik Jepang) dan assist (29 berbanding 18), menandakan kerja sama tim yang luar biasa.
Kehebatan Lebanon juga terletak pada kemampuan mereka mengatasi krisis. Meski kehilangan guard bintang Wael Arakji di laga melawan Jepang, tim ini tetap tampil garang, membuktikan kedalaman skuad yang mumpuni. Pelatih mereka, Jad Bitar, patut mendapat puji syukur karena mampu meracik strategi yang memaksimalkan potensi pemain, terutama dalam membatasi tembakan tiga angka Jepang, yang hanya mencapai akurasi 26,3%. Dengan semangat pantang menyerah, Lebanon kini jadi salah satu tim yang ditakuti di perempat final.
Siapa Pemain Yang Memperkuat Tim Lebanon
Skuad Lebanon dipenuhi talenta yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Pemain kunci dalam kemenangan atas Jepang adalah Dedric Lawson, forward naturalisasi asal Amerika Serikat, yang mencetak 24 poin dan 10 rebound, meraih gelar Player of the Game. Lawson, yang baru bergabung dengan timnas Lebanon, jadi motor serangan dengan tembakan efisien dan kehadiran dominan di paint.
Selain Lawson, Sergio El Darwich juga tampil luar biasa meski bermain dengan cedera hidung patah. El Darwich menyumbang 12 poin, termasuk dua three-pointer krusial di kuarter pertama, dan mencatatkan lima steal, tertinggi di turnamen ini. Karim Zeinoun turut menambah 19 poin dengan akurasi tembakan 9 dari 14, sementara veteran Amir Saoud menyumbang 12 poin dan lima assist. Jangan lupakan Ali Mansour, yang mencatatkan 15 assist, rekor tertinggi dalam laga tersebut, menunjukkan peran kunci sebagai playmaker.
Pemain lain seperti Youssef Khayat (14 poin) juga memberikan kontribusi signifikan, membuktikan bahwa Lebanon punya kedalaman skuad yang mampu bersaing dengan tim-tim top Asia. Kombinasi antara pemain muda, veteran, dan naturalisasi membuat Lebanon jadi tim yang seimbang dan sulit diprediksi.
Apakah Lebanon Bisa Menjuari FIBA Asia Cup?
Pertanyaan besar kini adalah apakah Lebanon mampu melaju lebih jauh dan menjuarai FIBA Asia Cup 2025. Peluang mereka cukup terbuka, tapi tantangan juga tidak kecil. Di perempat final, Lebanon akan menghadapi Selandia Baru, tim yang tak terkalahkan di fase grup dengan rekor 3-0. Selandia Baru, yang dikenal dengan gaya bermain fisik dan cepat, pernah mengalahkan Lebanon 106-91 di kualifikasi Piala Dunia 2023, jadi ini bukan laga mudah.
Namun, Lebanon punya modal kuat. Performa impresif melawan Jepang menunjukkan bahwa mereka bisa mengatasi tim dengan gaya bermain cepat seperti Selandia Baru, asalkan mereka tetap disiplin di pertahanan. Jika Lawson dan El Darwich terus on fire, ditambah dengan kreativitas Mansour, Lebanon bisa membuat kejutan. Tantangan terbesar mereka adalah konsistensi, terutama setelah kekalahan di fase grup yang menunjukkan kerentanan di lini pertahanan tiga angka. Lawan potensial di semifinal, seperti Korea Selatan atau Tiongkok, juga akan menguji kedalaman skuad mereka.
Meski begitu, Lebanon punya sejarah bagus di FIBA Asia Cup, pernah meraih medali perak pada 2022. Dengan semangat juang dan dukungan fans, mereka punya kans untuk setidaknya masuk final, meski gelar juara akan membutuhkan performa luar biasa melawan tim seperti Australia atau Iran.
Kesimpulan: Lebanon Sudah Mengamankan Tiket Untuk Perempatan Final FIBA
Keberhasilan Lebanon mengamankan tiket perempat final FIBA Asia Cup 2025 adalah bukti kehebatan dan ketangguhan mereka. Dengan skuad yang dipimpin pemain seperti Dedric Lawson, Sergio El Darwich, dan Ali Mansour, Lebanon menunjukkan bahwa mereka adalah ancaman serius. Meski peluang juara masih bergantung pada konsistensi dan kemampuan mengatasi tim kuat seperti Selandia Baru, semangat pantang menyerah mereka jadi modal besar. Bagi fans Lebanon, perjalanan ini adalah kebanggaan, dan siapa tahu, mungkin trofi FIBA Asia Cup akan jadi milik mereka. Kita tunggu saja aksi Cedars di laga berikutnya!