Deandre Ayton Memuji Kemampuan Mencetak Poin Austin Reaves. Pada Jumat malam, 28 November 2025, Crypto.com Arena di Los Angeles menjadi saksi kemenangan impresif tim tuan rumah atas Dallas dengan skor 129-119. Austin Reaves meledak dengan 38 poin, termasuk enam tembakan tiga angka, sementara Deandre Ayton sumbang 17 poin dari 8-dari-9 tembakan lapangan. Pasca-laga, Ayton tak henti-hentinya puji kemampuan mencetak poin Reaves, sebut ia punya “api biru” yang bikin lawan harus minggir. “Saat pick-and-roll bareng dia, api itu dari oranye jadi biru. Kamu lihat api biru, jangan deket-deket, biarin aja dia kerja,” kata Ayton santai di konferensi pers. Pujian ini datang di tengah chemistry baru Ayton dengan Reaves sejak bergabung musim panas lalu, dan bikin fans antusias soal potensi tim yang kini pegang rekor 13-4 di Barat. INFO SLOT
Performa Reaves yang Meledak di Laga Lawan Dallas: Deandre Ayton Memuji Kemampuan Mencetak Poin Austin Reaves
Reaves tampil seperti superstar malam itu. Dari 15 tembakan, ia berhasil 12, termasuk enam tiga poin—efisiensi 80 persen yang bikin pertahanan Dallas kewalahan. Ia cetak 38 poin tertinggi tim, plus enam rebound dan empat assist, tunjukkan ia bukan cuma scorer tapi playmaker juga. Ini lanjutan tren musim ini: rata-rata 28,5 poin per game dari 15 laga, naik drastis dari 15,9 musim lalu. Ayton, yang baru pulih dari memar lutut kanan, langsung rasakan dampaknya di pick-and-roll. “Dia tarik pertahanan, buka ruang buat saya roll ke rim,” kata Ayton. Di laga itu, Ayton manfaatkan chaos yang diciptakan Reaves untuk finis mudah, cetak 17 poin hampir sempurna. Chemistry ini mulai klik setelah latihan intens awal musim, di mana Reaves ajarin Ayton preferensi passing-nya.
Pujian Ayton: Api Biru yang Tak Terbendung: Deandre Ayton Memuji Kemampuan Mencetak Poin Austin Reaves
Ayton bandingkan Reaves dengan Devin Booker, bilang keduanya punya kemampuan cetak poin mirip: tajam dari segala sudut, terutama saat panas. “Kamu lihat api biru, jangan deket-deket, biarin aja dia kerja. Dan saya lari balik bilang, ‘Yo, you a dawg’,” tambahnya sambil tertawa. Ini bukan pujian kosong—Ayton lihat Reaves ubah permainan saat tembakan masuk. Di laga lawan Dallas, Reaves cetak 20 poin di babak kedua saja, termasuk tiga tiga poin berturut-turut yang bikin skor lari. Ayton, yang rata-rata 15,9 poin dan 8,3 rebound musim ini, bilang Reaves bikin hidupnya lebih mudah di paint. “Dia tarik double-team, saya tinggal finis. Itu bikin saya senang,” katanya. Pujian ini kontras dengan awal karir Ayton yang sering dikritik kurang motor, tapi kini ia terlihat lebih committed.
Dampak Chemistry Baru di Pick-and-Roll
Pick-and-roll jadi senjata utama tim sejak Ayton gabung. Reaves, yang naik level jadi All-Star candidate, punya visi passing elite—11 assist lawan Dallas, meski fokus scoring. Ayton manfaatkan roll-nya untuk rebound ofensif kedua terbaik liga, dan chemistry ini bikin tim rank tinggi di hustle plays. Pelatih JJ Redick puji duo ini: “Mereka mulai paham satu sama lain, dan itu bikin offense mengalir.” Di laga itu, Luka Doncic sumbang 35 poin dan 11 assist, tapi Reaves yang jadi motor utama. Ayton bilang, “Reaves seperti Booker—bisa cetak dari mana aja, dan saat dia on fire, tim ikut panas.” Ini bantu tim pegang rekor 57-4 saat unggul setelah tiga kuarter, rekor liga tertinggi.
Kesimpulan
Pujian Deandre Ayton pada kemampuan mencetak poin Austin Reaves jadi cerita manis di tengah kemenangan atas Dallas, tunjukkan chemistry baru yang bikin tim sulit dikalahkan. Dengan Reaves rata-rata 28,5 poin dan Ayton stabil di paint, ini fondasi kuat untuk perburuan gelar. Ayton, yang kini terlihat bahagia di tim baru, bilang Reaves punya “api biru” yang bikin lawan gentar—dan itu beneran terasa di lapangan. Musim 2025-26 masih panjang, tapi momen seperti ini ingatkan betapa pentingnya dukungan sesama pemain. Reaves, di tahun kontraknya, tampak siap All-Star, sementara Ayton bukti dirinya sebagai anchor. Tim ini tak cuma menang, tapi juga bangun budaya juara—dan itu yang bikin musim ini menjanjikan.