Cooper Flagg Bahas Tentang Tembakan 3 Angkanya yang Jelek. Musim rookie Cooper Flagg di NBA 2025-26 tak luput dari sorotan, terutama setelah start lambat Dallas Mavericks dengan rekor 5-14 hingga akhir November. Pemain nomor satu draft tahun ini, yang didapat lewat trade kontroversial Luka Doncic, jadi pusat perhatian karena perjuangannya di tembakan tiga poin—cuma 27.7 persen sepanjang musim, dan anjlok ke 25.9 persen di November. Usai kekalahan 106-102 dari Miami Heat pada 25 November, di mana ia 0-dari-4 dari jarak jauh, Flagg angkat bicara soal kelemahan itu. “Aku tahu harus lebih konsisten di perimeter; ini holding back permainanku di half court,” katanya di konferensi pers, sambil akui defenses sering tantang ia tembak. Meski begitu, Flagg rata-rata 15.9 poin, 6.4 rebound, 3.1 assist, dan 1.3 steal per game dengan 45.1 persen field goal keseluruhan. Di tengah krisis tim yang memicu pemecatan GM Nico Harrison, komentar Flagg jadi pengingat bahwa rookie tak langsung sempurna, tapi potensinya tetap jadi harapan besar untuk Mavs. INFO CASINO
Performa Rookie Flagg: Start Lambat Tapi Potensi Besar: Cooper Flagg Bahas Tentang Tembakan 3 Angkanya yang Jelek
Cooper Flagg masuk NBA dengan hype tinggi sebagai top pick, tapi November jadi bulan sulit baginya di tembakan tiga. Ia gabung 1-dari-11 dari deep dalam tiga laga terakhir, termasuk 0-dari-4 lawan Heat di mana ia selesai 5-dari-14 secara keseluruhan untuk 12 poin, tujuh rebound, tiga assist, dan dua steal. Secara musim, 27.7 persen dari jarak tiga jauh dari 36.4 persen di Duke, di mana ia pimpin Blue Devils dengan 19.5 poin, 7.7 rebound, 4.0 assist, 1.5 steal, dan 1.3 block. Pelatih Jason Kidd tetap pakai “Point Flagg” approach, yakin pengalaman awal ini blessing untuk jangka panjang. Flagg tunjukkan sisi lain: ia efektif sebagai finisher di paint, dengan 50 persen di area itu, dan pertahanan elite yang batasi lawan. Tapi, seperti di kekalahan 102-96 dari Grizzlies di mana ia 4-dari-15, perjuangan shooting buat ia struggle drive lawan packed defense. Kidd bilang, “Kami main untuk sesuatu lebih besar,” soroti bagaimana Flagg adaptasi dengan volume tinggi—rata-rata empat upaya tiga per game, dua kali lipat dari college.
Komentar Flagg: Akui Kelemahan Tapi Fokus Perbaikan: Cooper Flagg Bahas Tentang Tembakan 3 Angkanya yang Jelek
Flagg tak menghindar saat ditanya soal tembakan jeleknya. “Aku harus jadi threat konsisten di perimeter; sekarang, ini holding back half court game-ku,” katanya pasca-laga Heat, di mana ia record-scratch beberapa catch-and-shoot yang seharusnya diambil. Ia akui defenses hang back dan dare ia tembak, terutama karena Mavs kurang shooting threats di sekitar Anthony Davis. “Pull-up going left nyaman, tapi going right sering drift dan off balance,” tambahnya, soroti kelemahan mekanik yang butuh penguatan lower-body. Flagg, yang nervous di debut Summer League dengan 0-dari-5 dari tiga, bilang ia tak malu upaya lebih banyak. “Ini proses; college beda volume, NBA tantang lebih keras.” Ia puji Kidd atas dorongan, dan bilang latihan intensif shooting udah mulai—fokus muscle memory dan catch-dribble konsisten. Komentar ini mirip veteran, seperti saat ia bilang harus bantu Davis lebih baik di post-up dan iso, tunjukkan pemahaman rookie jarang punya.
Analisis Ahli: Shooting Jadi Kunci Masa Depan Flagg
Analis seperti Tim Legler soroti unpolished mechanics Flagg sebagai concern utama pasca-debut. “Little changes di catch dan dribble bisa ubah jump shot-nya jadi senjata,” katanya, ingatkan bagaimana Flagg dunk spektakuler dan block krusial di Summer League, tapi miss all five tiga di kemenangan atas Lakers. The Athletic catat Flagg struggle coast-to-coast karena kurang juice di back-to-back, seperti saat shoulder banged-up buat ia 1-dari-9 lawan Thunder. Tapi, Bam Adebayo puji potensinya: “Dia punya confidence meski shooting jelek; itu yang lihat di top prospect.” Di Mavs yang bottom di three-point attempts, Flagg butuh naik ke 5 upaya per game untuk spacing, terutama dengan AD buruk tembak. Kidd yakin, “Pengalaman awal ini blessing,” karena Flagg expected goals tinggi di paint. Ekspektasi rookie: league average atau lebih baik dari tiga? Reddit debat, tapi mayoritas yakin ia capai 35 persen akhir musim dengan latihan.
Kesimpulan
Komentar Cooper Flagg soal tembakan tiga jeleknya jadi momen jujur di tengah struggle rookie, di mana ia akui itu holding back game-nya tapi siap perbaiki dengan kerja keras. Dengan rata-rata solid di poin dan rebound, plus pertahanan elite, Flagg tetap jadi harapan Mavs meski tim 5-14 dan krisis front office. Shooting perimeter kunci untuk unlock potensinya sebagai star, dan dengan dukungan Kidd, ia bisa ubah kelemahan jadi kekuatan. Di NBA penuh tekanan, Flagg tunjukkan mentalitas veteran—fokus proses, bukan hasil instan. Bagi Dallas, rookie ini bukan beban, tapi investasi jangka panjang yang siap bersinar lebih terang akhir musim.