
Timnas Basket Prancis Berhasil Comeback dan Kalahkan Slovenia. Timnas Basket Prancis mencatatkan kemenangan dramatis atas Slovenia dalam laga fase grup FIBA EuroBasket 2025, menunjukkan mental juara yang luar biasa. Sempat tertinggal jauh di paruh pertama, Les Bleus bangkit dengan permainan agresif di kuarter ketiga dan keempat, mengamankan kemenangan yang menjaga peluang mereka untuk lolos ke babak knockout. Kemenangan ini menjadi sorotan karena Slovenia, yang dipimpin Luka Doncic, tampil dominan di awal laga, namun gagal menahan tekanan Prancis di menit-menit krusial. Pertandingan ini menegaskan status Prancis sebagai salah satu favorit di turnamen, sekaligus menambah drama di grup yang kompetitif. MAKNA LAGU
Setelah kekalahan mengejutkan dari Latvia di laga sebelumnya, Prancis membutuhkan kemenangan ini untuk membangun momentum menjelang babak selanjutnya. Sementara itu, kekalahan ini membuat Slovenia, yang kini menelan dua kekalahan di fase grup, berada di posisi sulit untuk lolos. Artikel ini akan mengulas detail pertandingan, faktor di balik comeback Prancis, dan pemain-pemain kunci yang menjadi pembeda dalam laga sengit ini.
Kapan dan Dimana Pertandingan Ini Digelar
Pertandingan antara Timnas Basket Prancis dan Slovenia berlangsung pada 30 Agustus 2025, di Nokia Arena, Tampere, Finlandia, sebagai bagian dari fase grup FIBA EuroBasket 2025. Laga ini digelar pada pukul 20.30 waktu setempat, dengan atmosfer yang panas berkat dukungan penonton yang memadati arena. Nokia Arena, yang menjadi salah satu venue utama turnamen, menyajikan panggung ideal untuk duel dua kekuatan besar Eropa ini, dengan Prancis sebagai peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 dan Slovenia yang dipimpin oleh bintang NBA Luka Doncic.
Apa Yang Membuat Prancis Tiba-tiba Bisa Bersaing Kembali
Comeback Prancis didorong oleh perubahan strategi dan intensitas di babak kedua. Di paruh pertama, Slovenia mendominasi dengan permainan cepat dan akurasi tembakan tiga angka, memimpin hingga 15 poin di kuarter kedua berkat keajaiban Doncic dan kerja sama tim yang solid. Namun, pelatih Prancis, Vincent Collet, membuat penyesuaian krusial di babak kedua, beralih ke pertahanan zona yang lebih ketat untuk mengganggu ritme Slovenia. Taktik ini berhasil memaksa Slovenia melakukan lebih banyak turnover, dengan Prancis mencatatkan tujuh steal di kuarter ketiga saja.
Selain itu, Prancis meningkatkan agresivitas di paint area, memanfaatkan keunggulan fisik pemain seperti Rudy Gobert untuk mendominasi rebound ofensif dan mencetak poin kedua. Transisi cepat juga menjadi kunci, dengan guard Prancis memanfaatkan celah di pertahanan Slovenia untuk mencetak poin mudah melalui fast break. Semangat juang tim, yang terlihat dari komunikasi di lapangan dan dukungan dari bangku cadangan, turut mengangkat moral pemain untuk terus menekan hingga akhir. Kombinasi strategi cerdas dan eksekusi di lapangan membuat Prancis membalikkan keadaan, mengakhiri laga dengan keunggulan tipis namun meyakinkan.
Pemain Siapa Saja Yang Patut Untuk Disorot di Pertandingan Ini
Beberapa pemain menjadi pembeda dalam kemenangan Prancis. Guerschon Yabusele, yang kini bermain untuk Philadelphia 76ers, menjadi top skor dengan 32 poin, termasuk empat tembakan tiga angka yang krusial di kuarter keempat. Energik dan tak kenal lelah, Yabusele juga menyumbang tujuh rebound dan dua steal, menunjukkan performa serba bisa. Rudy Gobert, center Minnesota Timberwolves, mendominasi di paint dengan 14 poin, 12 rebound, dan tiga blok, menjadi dinding pertahanan yang sulit ditembus Slovenia di babak kedua. Alex Sarr, rookie Atlanta Hawks, menambahkan 12 poin dan energi muda yang membantu menjaga tempo cepat Prancis.
Dari kubu Slovenia, Luka Doncic tetap menjadi sorotan meski timnya kalah. Bintang Dallas Mavericks ini mencatatkan 39 poin, delapan assist, dan delapan rebound, dengan akurasi tembakan bebas hampir sempurna (19 dari 20). Namun, performa gemilangnya tidak cukup karena kurangnya kontribusi dari rekan setim di momen-momen krusial, terutama di kuarter terakhir ketika Prancis memperketat pertahanan. Mike Tobey, center Slovenia, juga patut disebut dengan 15 poin, tetapi ia kesulitan melawan dominasi Gobert di bawah ring.
Kesimpulan: Timnas Basket Prancis Berhasil Comeback dan Kalahkan Slovenia
Kemenangan dramatis Timnas Basket Prancis atas Slovenia di FIBA EuroBasket 2025 menjadi bukti mentalitas juara dan kemampuan mereka beradaptasi di bawah tekanan. Digelar di Nokia Arena pada 30 Agustus 2025, laga ini menunjukkan bagaimana perubahan taktik cerdas dari Vincent Collet, ditambah performa luar biasa dari Guerschon Yabusele dan Rudy Gobert, mampu membalikkan ketertinggalan besar. Meski Luka Doncic tampil gemilang untuk Slovenia, Prancis membuktikan kedalaman skuad dan kekuatan kolektif mereka. Kemenangan ini tidak hanya menjaga asa Prancis untuk melaju ke babak knockout, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada lawan-lawan mereka di turnamen. Sementara Slovenia kini menghadapi tantangan berat untuk lolos, Prancis siap melangkah lebih jauh dengan kepercayaan diri yang baru ditemukan.