
Mark Cuban Yakin Gelar Mavericks Dicuri. Mark Cuban, mantan pemilik mayoritas Dallas Mavericks, kembali membuat heboh dengan pernyataannya di podcast DLLS Mavs pada 26 Agustus 2025. Ia mengklaim bahwa gelar NBA 2006 milik Mavericks “dicuri” dari mereka saat kalah dari Miami Heat di Final NBA. Komentar ini menghidupkan kembali kontroversi lama tentang seri yang penuh drama tersebut, di mana Mavericks memimpin 2-0 sebelum akhirnya kalah 4-2. Pernyataan Cuban ini memicu diskusi panas di kalangan penggemar basket, terutama karena ia bersikeras akan membawa keyakinan ini “sampai ke liang kubur.” Apa yang membuat Cuban begitu yakin, dan bagaimana reaksi fans terhadap pernyataan ini? Artikel ini akan mengupasnya secara ringkas. BERITA BOLA
Siapa Mark Cuban
Mark Cuban adalah pengusaha miliarder asal Amerika Serikat, lahir di Pittsburgh pada 31 Juli 1958. Ia dikenal sebagai mantan pemilik mayoritas Dallas Mavericks, yang dibelinya pada Januari 2000 seharga $285 juta. Di bawah kepemimpinannya, Mavericks bertransformasi dari tim papan bawah menjadi penantang gelar, dengan puncaknya meraih juara NBA 2011 melawan Miami Heat. Cuban, yang kini hanya memegang 27% saham minoritas setelah menjual mayoritas sahamnya kepada keluarga Adelson pada Desember 2023, terkenal karena keterlibatannya yang aktif di sisi lapangan, sering duduk di dekat bangku cadangan dan tak ragu mengkritik wasit atau kebijakan NBA. Ia juga dikenal sebagai investor di acara Shark Tank dan pendiri perusahaan seperti MicroSolutions dan Broadcast.com, yang membuatnya menjadi miliarder. Cuban sering menuai kontroversi karena komentarnya yang blak-blakan, termasuk denda total lebih dari $2 juta dari NBA atas berbagai pelanggaran, seperti mengkritik wasit setelah Game 5 Final 2006.
Apa Yang Dia Maksud Dengan Gelar Mavericks Dicuri
Cuban merujuk pada Final NBA 2006, ketika Mavericks menghadapi Miami Heat yang diperkuat Dwyane Wade dan Shaquille O’Neal. Mavericks memulai seri dengan kuat, memenangkan dua pertandingan pertama dengan skor 90-80 dan 99-85, dipimpin oleh Dirk Nowitzki yang tampil dominan. Namun, segalanya berubah mulai Game 3. Miami bangkit, memenangkan empat pertandingan beruntun untuk mengklaim gelar. Cuban menyoroti ketimpangan jumlah lemparan bebas, terutama yang didapat Wade. Dalam enam pertandingan, Wade mencatatkan 97 lemparan bebas, termasuk 25 di Game 5 yang berakhir dengan kemenangan tipis Heat 101-100 di babak perpanjangan. Sebagai perbandingan, seluruh tim Mavericks hanya mendapat 155 lemparan bebas selama seri. Cuban, yang bahkan menyewa mantan agen FBI untuk menyelidiki wasit, yakin bahwa keputusan wasit yang dianggap “meragukan” dan dugaan manipulasi NBA untuk memperpanjang seri merugikan Mavericks. Khususnya, ia menuding “phantom calls” pada Wade di Game 3 dan 5 sebagai momen krusial yang mengubah momentum. Meski NBA membantah adanya kecurangan, Cuban tetap bersikeras bahwa gelar itu “dicuri” dari timnya.
Tanggapan Fans Atas Pernyataan Mark Cuban Ini
Pernyataan Cuban memicu reaksi beragam di kalangan fans. Penggemar Mavericks, terutama di Dallas, cenderung setuju dengan Cuban, menganggap Final 2006 sebagai salah satu momen paling pahit dalam sejarah tim. Banyak yang menyoroti statistik lemparan bebas Wade, dengan beberapa fans di media sosial menyebut NBA sengaja “mendorong Wade sebagai Michael Jordan baru.” Salah satu komentar populer di platform X menyatakan, “Mavs mendominasi dua game pertama, tapi tiba-tiba Wade jadi raja lemparan bebas. Itu jelas aneh.” Namun, fans Heat dan sebagian penggemar netral menilai Cuban berlebihan. Mereka menegaskan bahwa Wade memang bermain luar biasa, dengan rata-rata 39,3 poin per game di empat pertandingan terakhir, dan layak mendapatkan gelar Finals MVP. Seorang penggemar Heat berkomentar, “Cuban cuma cari alasan. Wade terlalu bagus, titik.” Ada juga yang menyinggung kemenangan Mavericks atas Heat di Final 2011 sebagai “balas dendam” yang seharusnya cukup untuk meredakan kekecewaan Cuban. Meski demikian, sebagian fans netral mengakui bahwa ketimpangan lemparan bebas dan beberapa keputusan wasit memang mengundang tanda tanya, meski tidak cukup untuk membuktikan adanya konspirasi.
Kesimpulan: Mark Cuban Yakin Gelar Mavericks Dicuri
Pernyataan Mark Cuban bahwa gelar NBA 2006 “dicuri” dari Dallas Mavericks mencerminkan luka lama yang masih terasa bagi dirinya dan penggemar tim. Dengan fokus pada ketimpangan lemparan bebas dan keputusan wasit yang kontroversial, Cuban tetap yakin bahwa Mavericks dirugikan. Reaksi fans menunjukkan polarisasi, dengan pendukung Mavericks mendukung klaimnya, sementara fans Heat dan netral melihatnya sebagai keluhan berlebihan atas keunggulan Dwyane Wade. Meski Mavericks berhasil membalas dendam pada 2011, jelas bahwa Final 2006 tetap menjadi duri dalam sejarah Cuban. Dengan posisinya kini sebagai pemilik minoritas, pernyataan ini mungkin tidak akan mengubah apapun, tetapi menunjukkan betapa dalamnya passion Cuban terhadap Mavericks dan basket. Apapun pandangan tentang kontroversi 2006, cerita ini tetap menjadi salah satu “what-if” terbesar dalam sejarah NBA.