
Steve Kerr Memberikan Cerita Pengalaman Melatih Curry. Golden State Warriors memulai musim NBA 2025/2026 dengan kemenangan meyakinkan 118-104 atas Portland Trail Blazers di Chase Center pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Stephen Curry, seperti biasa, menjadi pusat perhatian dengan 34 poin, termasuk 8 tembakan tiga angka, dalam laga pembuka tersebut. Namun, di balik performa gemilang Curry, pelatih Steve Kerr mencuri perhatian dengan cerita inspiratif tentang pengalamannya melatih sang superstar selama lebih dari satu dekade. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Kerr berbagi kisah tentang bagaimana ia menyaksikan Curry berkembang menjadi salah satu pemain terhebat dalam sejarah NBA. Cerita ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang hubungan erat antara pelatih dan pemain yang telah mengubah wajah bola basket modern. BERITA LAINNYA
Siapa Itu Steve Kerr
Steve Kerr, lahir pada 27 September 1965 di Beirut, Lebanon, adalah pelatih kepala Golden State Warriors sejak 2014 dan salah satu figur paling dihormati di NBA. Sebelum menjadi pelatih, Kerr dikenal sebagai penembak jitu, memenangkan lima gelar NBA sebagai pemain—tiga bersama Chicago Bulls (1996-1998) dan dua bersama San Antonio Spurs (1999, 2003). Sebagai pelatih, Kerr telah memimpin Warriors meraih empat gelar NBA (2015, 2017, 2018, 2022) dan diakui sebagai Coach of the Year pada 2016. Dengan pendekatan taktis yang mengutamakan tempo cepat, tembakan tiga angka, dan pertahanan dinamis, Kerr mengubah Warriors menjadi dinasti modern. Ia juga dikenal karena gaya kepemimpinan yang santai namun tegas, serta kemampuannya membangun hubungan erat dengan pemain, terutama Curry.
Bagaimana Hubungan Dia Dengan Stephen Curry
Hubungan antara Steve Kerr dan Stephen Curry adalah salah satu kunci kesuksesan Warriors selama satu dekade terakhir. Kerr menyebut Curry sebagai “pemain paling mudah dilatih” karena etos kerja dan sikap rendah hatinya. Dalam wawancara pada 23 Agustus 2025, Kerr menceritakan bagaimana ia dan Curry langsung terhubung sejak musim 2014/2015, saat Warriors mulai mengadopsi gaya bermain “small ball” yang revolusioner. Curry, dengan kemampuan tembakan tiga angka yang tak tertandingi, menjadi pilar utama visi Kerr. Di luar lapangan, keduanya memiliki ikatan personal yang kuat, dibangun melalui komunikasi terbuka dan saling menghormati. Kerr sering memuji Curry atas kemampuannya menerima kritik dan terus belajar, meski sudah meraih dua penghargaan MVP (2015, 2016). Curry, di sisi lain, menghargai kepercayaan Kerr yang memberinya kebebasan untuk bermain sesuai insting, seperti saat melakukan tembakan jarak jauh yang kerap dianggap “berisiko” oleh pelatih lain.
Bagaimana Cara Steve Kerr Melatih Stephen Curry
Melatih pemain sekaliber Stephen Curry bukanlah tugas mudah, tetapi Kerr memiliki pendekatan yang unik. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan bahwa kuncinya adalah memberikan Curry kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas sambil tetap menjaga disiplin taktis. Kerr merancang sistem ofensif yang memaksimalkan kemampuan Curry dalam menembak tiga angka dan pergerakan tanpa bola. Ia sering menggunakan Curry sebagai “decoy” untuk menarik perhatian pertahanan, membuka ruang bagi rekan seperti Draymond Green atau Klay Thompson di masa lalu, dan kini untuk Jonathan Kuminga. Kerr juga fokus pada pengembangan aspek lain dari permainan Curry, seperti playmaking dan pertahanan. Musim lalu, Curry mencatatkan rata-rata 7,2 assist per game, bukti bahwa Kerr berhasil meningkatkan visinya sebagai pengatur serangan. Selain itu, Kerr mendorong Curry untuk tetap rendah hati dan fokus pada tim, bukan individu, meski statusnya sebagai superstar. Kerr juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran Curry, terutama di usia 37 tahun, dengan mengatur menit bermain untuk menghindari kelelahan. Pendekatan ini terbukti efektif, terlihat dari performa konsisten Curry di laga pembuka musim ini.
Kesimpulan: Steve Kerr Memberikan Cerita Pengalaman Melatih Curry
Cerita Steve Kerr tentang pengalaman melatih Stephen Curry memberikan gambaran tentang hubungan erat antara pelatih dan pemain yang menjadi fondasi kesuksesan Golden State Warriors. Dengan pendekatan taktis yang cerdas dan komunikasi yang terbuka, Kerr telah membantu Curry berkembang dari penembak jitu menjadi pemimpin serbabisa yang mendefinisikan ulang bola basket modern. Kekaguman Kerr terhadap etos kerja dan kerendahan hati Curry mencerminkan ikatan profesional yang langka, sementara pendekatan pelatihannya yang fleksibel memungkinkan Curry terus bersinar di usia 37 tahun. Kemenangan atas Portland menjadi bukti bahwa formula ini masih bekerja, dan Warriors tetap menjadi ancaman besar di NBA. Dengan Kerr di sisi lapangan dan Curry sebagai motor serangan, masa depan tim ini tetap cerah, dan cerita mereka akan terus menginspirasi penggemar bola basket di seluruh dunia.