Celtics Dominasi Kings 112-93, Pritchard 29 Poin. Boston Celtics kembali menunjukkan kekuatan mereka sebagai salah satu tim teratas di NBA dengan kemenangan telak 112-93 atas Sacramento Kings pada Jumat malam, 30 Januari 2026, di TD Garden. Payton Pritchard menjadi bintang malam itu dengan mencetak 29 poin—tertinggi di tim—sambil menambahkan 8 assist dan 5 tembakan tiga angka. Kemenangan ini datang sebagai respons sempurna setelah kekalahan sebelumnya, membawa rekor Celtics menjadi 30-18 dan mempertahankan posisi kuat di klasemen Timur. Kings, yang kini 12-38, tampak kesulitan sejak awal dan tak pernah benar-benar mengancam. Pertandingan ini berlangsung satu arah, dengan Celtics unggul besar sejak kuarter pertama dan memimpin hingga 26 poin di babak pertama, menjadikannya malam yang nyaman bagi tuan rumah meski tanpa Jaylen Brown yang absen. REVIEW FILM
Performa Pritchard dan Kontribusi Utama Celtics: Celtics Dominasi Kings 112-93, Pritchard 29 Poin: Celtics Dominasi Kings 112-93, Pritchard 29 Poin
Payton Pritchard tampil luar biasa, mencetak 22 dari 29 poinnya di babak pertama saja dengan efisiensi tinggi: 9 dari 11 tembakan lapangan, termasuk 4 dari luar garis tiga angka. Ia mengendalikan permainan dengan distribusi bola yang tajam, menciptakan peluang bagi rekan setim, dan memanfaatkan ruang terbuka yang diberikan pertahanan Kings. Performa ini menegaskan peranannya sebagai sixth man andal yang bisa meledak kapan saja, terutama saat starter utama istirahat atau absen.
Baylor Scheierman menambahkan 16 poin dengan tembakan luar yang akurat, sementara Neemias Queta mendominasi di paint dengan 10 poin dan 15 rebound—menunjukkan kekuatan bench Celtics. Enam pemain Celtics mencetak double-digit, termasuk kontribusi solid dari pemain cadangan yang memastikan rotasi tetap segar. Secara tim, Boston menembak 65,1% di babak pertama, membuat 11 three-pointer, dan membangun keunggulan 72-46 saat turun minum. Pertahanan mereka juga ketat, memaksa Kings kesulitan mencetak dan sering kali kehilangan bola di transisi.
Kelemahan Kings dan Dominasi Babak Pertama: Celtics Dominasi Kings 112-93, Pritchard 29 Poin
Sacramento Kings tampak kelelahan dan kurang fokus, terutama di depan pertahanan agresif Celtics. Mereka hanya mencetak 46 poin di babak pertama—angka yang sangat rendah—dan gagal menutup celah setelah Celtics membuka keunggulan 40-25 di kuarter pertama. Pertahanan Kings sering kali lambat menutup Pritchard, membiarkannya bebas menembak dari berbagai sudut. Di sisi ofensif, Kings kesulitan menciptakan ritme, dengan turnover dan tembakan buruk yang memperlebar gap.
Meski sempat mengejar sedikit di kuarter keempat, Kings tak pernah mendekati selisih di bawah 15 poin setelah jeda. Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi tim yang sedang berjuang di dasar klasemen Barat, menyoroti gap antara tim kontender seperti Celtics dan tim rebuilding seperti Kings. Celtics memanfaatkan absennya Jaylen Brown dengan sempurna, membuktikan kedalaman skuad mereka.
Dampak bagi Musim Celtics dan NBA: Celtics Dominasi Kings 112-93, Pritchard 29 Poin
Kemenangan ini penting bagi Celtics karena datang setelah kekalahan dari Hawks, membantu mereka bangkit dan mempertahankan momentum menuju playoff. Dengan Pritchard yang semakin konsisten dan bench yang dalam, tim ini terlihat semakin lengkap. Rekor 30-18 menempatkan mereka di posisi kompetitif di Timur, bersaing ketat dengan tim-tim top lainnya. Bagi Pritchard, malam ini menjadi salah satu performa terbaik musim ini, menambah nilai tawarnya sebagai pemain kunci rotasi.
Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi pengingat bagi Kings bahwa mereka masih punya banyak pekerjaan rumah, terutama di pertahanan dan konsistensi. Pertandingan ini juga menunjukkan betapa berbahayanya Celtics ketika bench mereka panas—sebuah skenario yang bisa menjadi masalah besar bagi lawan-lawan di postseason.
Kesimpulan
Boston Celtics menghadirkan penampilan dominan dalam kemenangan 112-93 atas Sacramento Kings, dipimpin oleh Payton Pritchard yang brilian dengan 29 poin dan 8 assist. Malam ini menjadi showcase kekuatan kedalaman skuad Celtics, efisiensi ofensif mereka, dan kemampuan bangkit setelah kekalahan sebelumnya. Pritchard sekali lagi membuktikan mengapa ia salah satu sixth man terbaik liga, sementara kemenangan ini memperkuat posisi Celtics sebagai tim serius di perebutan gelar. Bagi penggemar basket, pertandingan ini adalah contoh sempurna bagaimana tim juara bisa mengendalikan permainan dari awal hingga akhir—bahkan tanpa salah satu bintang utamanya. Celtics terus melaju, dan Pritchard menjadi salah satu cerita paling menarik musim ini.