Hangtuah Jakarta Hadapi Tangerang Hawks IBL. Musim IBL 2026 masih di tahap awal, tapi Hangtuah Jakarta dan Tangerang Hawks sama-sama butuh momentum. Hangtuah, yang sedang dalam era baru dengan manajemen segar dan pelatih Wahyu Widayat Jati, ingin bangkit setelah hasil campur aduk di pekan-pekan sebelumnya. Mereka datang dengan rekor seimbang dan dukungan suporter di kandang sendiri. Sementara Tangerang Hawks, yang sempat menelan tiga kekalahan beruntun sebelum laga ini, bertekad memutus tren buruk. Dengan tambahan pemain seperti Yesaya Saudale dan import berkualitas, Hawks berharap bisa naik ke papan tengah klasemen. INFO PROPERTI
Awal Kuat Hangtuah, Tekanan di Paint: Hangtuah Jakarta Hadapi Tangerang Hawks IBL
Laga dimulai dengan tempo tinggi dan Hangtuah langsung mengambil kendali. Mereka tampil agresif sejak kuarter pertama, menekan pertahanan Hawks hingga membuka keunggulan besar 33-14. Nicholas Hornsby menjadi motor utama dengan penetrasi dan rebound dominan, dibantu Vander Lee Blue II yang solid di kedua sisi lapangan. Hangtuah memanfaatkan turnover lawan untuk fast break points dan points in the paint, membuat Hawks kesulitan bernapas.
Di kuarter kedua, Hangtuah masih memimpin meski akurasi tembakan menurun. Mereka menjaga margin 14 poin saat turun minum (44-30). Pertahanan zone Hawks mulai menyulitkan, tapi Hornsby terus on fire—ia mencetak 23 poin di babak pertama saja, plus double-double rebound. Hawks berjuang, tapi belum ada pemain yang mencapai double digit poin signifikan, meski Joao Vitor Franca Dos Santos berusaha menjaga kontribusi di bawah ring.
Comeback Epik Hawks di Paruh Kedua: Hangtuah Jakarta Hadapi Tangerang Hawks IBL
Drama sesungguhnya terjadi setelah jeda. Hawks bangkit di kuarter ketiga, memanfaatkan kelemahan Hangtuah yang mulai kehilangan intensitas. Momen krusial datang saat Rakeem Christmas, big man Hangtuah, terkena unsportmanlike foul dan harus meninggalkan lapangan di menit keempat kuarter ketiga—ini membuka celah besar bagi Hawks. Mereka menutup defisit secara bertahap lewat pertahanan ketat dan serangan balik cepat.
Di kuarter keempat, Hawks melesat dengan run besar. Akurasi tembakan meningkat, rebound dikontrol lebih baik, dan momentum sepenuhnya berpindah. Hangtuah, yang sempat unggul 19 poin, tak mampu mempertahankan keunggulan untuk kedua kalinya musim ini. Hawks menutup laga dengan kemenangan comeback, menandai kemenangan kedua mereka dari lima pertandingan.
Nicholas Hornsby finis dengan monster stat line: 36 poin, 15 rebound, 6 steal, dan 3 assist dalam hampir 39 menit bermain. Vander Lee Blue II menyumbang 18 poin. Di kubu Hawks, kontribusi kolektif jadi kunci, dengan pemain seperti Joao Vitor dan Yesaya Saudale berperan penting dalam membalikkan keadaan.
Kesimpulan
Kemenangan comeback Tangerang Hawks atas Hangtuah Jakarta ini jadi bukti bahwa di IBL 2026, tak ada tim yang boleh meremehkan lawan—bahkan saat tertinggal jauh. Hawks berhasil memutus rekor buruk dan menambah poin berharga, sementara Hangtuah harus mengevaluasi kemampuan menjaga fokus sepanjang 40 menit. Laga ini menegaskan persaingan ketat di liga: tim dengan mental kuat dan rotasi bagus bisa mengubah segalanya di momen krusial.
Hangtuah selanjutnya akan menjamu Kesatria Bengawan Solo, sementara Hawks punya jadwal padat untuk mempertahankan momentum. Musim masih panjang, dan pertandingan seperti ini mengingatkan semua tim bahwa konsistensi adalah kunci menuju playoff. Semoga IBL 2026 terus menghadirkan laga-laga seru dan penuh kejutan!